Senin, 11 Juni 2012

Tugas TOU 2 : Pengertian Elastisitas

Pengertian

Pengertian dari elastisitas sendiri adalah perbandingan perubahan proporsional antar variabel yang saling berhubungan. Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah sebuah pengukuran besarnya kepekaan atau reaksi konsumen atau permintaan barang terhadap perubahan harga.

Konsep elastisitas biasa dipakai oleh para ahli ekonomi untuk menganalisa kemungkinan yang terjadi pada keseimbangan harga apabila terjadi perubahan pada faktor permintaan ataupun pada faktor penawaran dan berapa besar pengaruh dari perubahan tersebut terhadap permintaan.

Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan digunakan sebagai suatu alat / konsep untuk mengukur repson terhadap perubahan permintaan yang berubah karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Dan dalam menentukan elastisitas permintaan kita dapat menggunakan variabel dari elastisitas permintaan, yaitu :

1. Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)
    Dalam elastisitas harga permintaan ini, membandingkan antara perubahan permintaan dengan perubahan harga dipasar, dimana hukum permitaan itu sendiri berbunyi " Jika harga naik maka permintaan menurun"  dan "jika harga turun makan permintaan naik". Dan hasilnya hanya ada 3 kemungkinan :
a. tidak elastisitas (in elastic)
b. unitari (unitary)
c. elastis (elastic)

Dengan bentuk rumus umum sebagai berikut :
Eh =  Δ Q /Q : ΔP /  P
atau
Eh = Δ Q x P / ΔP x Q
Dimana :
Eh  = elastisitas harga permintaan
Q   = Jumlah barang yang diminta
P   = harga barang tersebut
Δ   = delta atau tanda perubahan.

 Jika kita sudah menghitung elastisitas permintaan tersebut, maka akan didapatkan 3 kategori, yaitu sebagai berikut :
1. Apabila perubahan harga mengakibatkan perubahan jumlah permintaan meningkat lebih besar maka elastisitas permintaannya adalah elastis (elastic)
2. Apabila perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan yang sama besarnya maka elastisitas permintaannya adalah unitari (unity)
3. Apabila perubahan harga mengakibatkan jumlah permintaan berubah sedikit maka elastisitas permintaannya adalah in elastis (in elastic)

Perhitungan yang mengakibatkan 1 kesimpulan dalam ketiga kategori diatas yang telah disebutkan disebabkan karena perbedaan total penerimaan (Total Revenue) sebagai akibat perubahan harga masing-masing.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga permintaan dimana  elastisitas permintaan ini memberikan informasi kepada produsen terhadap perubahan jumlah permintaan pasar yang akan terjadi apabila produsen merubah strategi harga, dan faktor-faktor tersebut adalah :

1. Adanya atau tidaknya barang pengganti (barang subtitusi) yang tersedia di pasar
2. Jumlah pemakai kebutuhan akan barang tersebut
3. Pola preferensi konsumen dan jenis barang itu sendiri
4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut
5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang

Elastisitas permintaan akan besar apabila dipengaruhi oleh faktor dibawah ini, yaitu :
1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
2. harga relatif tinggi
3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain

Elastisitas permintaan akan kecil apabila terdapat faktor seperti dibawah ini, yaitu :
1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut
sangat dibutuhkan.

2.  Elastisitas Silang (the cross price elasticity of demand)
     Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya dilihat dari segi harga yang ditawarkan tetapi ada faktor lain juga yang turut mempengaruhi permintaan konsumen, yaitu faktor preferensi konsumen, harga barang subtitusi dan komplementer serta income dari konsumen itu sendiri.
     Sehingga pengertian dari elastisitas silang atau the cross price elasticity of demand  adalah  ukuran terhadap reaksi atau respon permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut.
     Apabila terjadi perubahan harga akan mengakibatkan perubahan permintaan terhadap produk lain. Jika barang tersebut adalah barang komplementer (pelengkap) maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, contohnya adalah kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.
    Apabila barang tersebut adalah barang subtitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, contohnya adalah kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi, kambing, dan juga sebaliknya.
   
Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :
      ΔQ   Py
Es = ——- x ——- > 0  subtitusi
    ΔPx    Qx

     ΔQy   Px
Es = ——- x ——- < 0 Komplementer
     ΔPy   Qy

Dan apabila elastisitas silang tersebut hasilnya adalah 0 (nol) hal ini menandakan bahwa tidak ada hubungan antara suatu barang dengan barang lain yang dibandingkan.

3. Elastisitas Pendapatan (the income elasticity of demand)
    Yang dimaksud dengan elastisitas pendapatan adalah besar kecilnya pendapatan yang diterima sangat mempengaruhi permintaan terhadap barang dari konsumen karena hal ini menyangkut daya beli yang dimiliki oleh konsumen.
   Besarnya pengaruh perubahan pendapatan konsumen diukur dengan elastisitas pendapatan, dimana :

      ΔQ    ΔY                            
Em = ——- : ——– 
      Q     Y
atau
      ΔQ    Y
Em = ——– x ——–
      ΔY    Q             

Dan dapat disimpulkan bahwa :
Jika Em= 1 atau disebut dengan kondisi Unity, maka 1 % kenaikan dalam pendapatan akan menaikkan 1 % jumlah permintaan akan barang
Jika Em>1 atau disebut dengan kondisi Elastis, maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan yang mereka terima untuk melakukan permintaan terhadap barang
Jika pendapatan naik dan hasil perhitungan Em < 1 atau disebut dengan kondisi in Elastis, maka orang akan membelanjakan bahagian pendapatan yang mereka terima untuk melakukan permintaan terhadap barang

Berikut Cara Menghitung Elastisitas Permintaan :
Secara garis besar ada dua cara dalam mengukur besaran elastisitas permintaan, yaitu :
1. Elastisitas Titik (Point elasticity)
    Cara ini digunakan untuk mengukur elastisitas yang perubahan harga dan jumlah yang diminta relatif
sangat kecil atau limit mendekati nol, hal ini dapat dibuktikan,
2. Elastisitas Busur (Art Elastisity)
    Cara kedua ini digunakan untuk mengukur perubahan harga dan jumlah permintaan yang besar.
Cara penghitungan ini terbagi dalam dua bentuk, yaitu :
    a. elastisitas jarak
    b. elastisitas jarak dengan modifikasi / mid point

Elastisitas Penawaran

Jika ada permintaan maka dalam sebuah pasar ada penawaran juga, dalam elastisitas penawaran merupakan sebuath alat ukur untuk mengukur respon produsen terhadap perubahan harga,
Dalam menghitung elastisitas penawaran tidak terlalu menyimpang jauh dari cara menghitung elastisitas permintaan, hanya yang diubah sedikit adalah jumlah permintaan diganti menjadi jumlah penawaran dan harga permintaan pun diganti dengan harga penawaran berikut dengan perubahan harga penawaran dan jumlah penawarannya.

Ep =  Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan
                                 Persentase perubahan harga

Seperti terhadap koefisien elastisitas harga permintaan, koefisien penawaran tersebut juga dapat
dibagi kedalam tiga kategori, yaitu :
(a) Elastis (Es > 1)
(b) In Elastis (Es < 1)
(c) Unity (Es = 1)
(d) Elastis Sempurna (Es = ~ )
(e) In Elastis Sempurna (Es = 0)

Elastisitas penawaran dari segi waktu :
Elastisitas penawaran juga tergantung pada waktu, apabila harga berubah,akan membuat para produsen menyesuaikan jumlah barang yang akan ditawarkan dengan perubahan harga tersebut.
Secara umum, semakin lebih panjang waktu produsen untuk menyesuaikan diri terhadap perobahan
harga, semakin besar elastisitas penawaran.
Adapun tiga waktu tersebut adalah :
1. tiga Immediate Run / Momentary Period / Market Period
Suatu periode waktu yang sangat pendek, dimana jumlah barang yang terdapat di pasar tidak dapat dirubah, yaitu hanya sebanyak yang ada di pasar, kurva penawaran in elastis sempurna.
2. The short Run
Suatu periode waktu yang cukup panjang bagi suatu perusahaan untuk memproduksi barang, tetapi tidak cukup panjang untuk mengembangkan kapasitas atau masuk pasar bagi perusahaan baru, sehingga out put hanya dapat dikembangkan sebatas kapasitas yang ada, bentuk kurva penawaran Unity
The Long Run
Suatu periode waktu yang sangat panjang bagi perusahaan baru untuk masuk kedalam pasar dan bagi perusahaan lama untuk membuat perencanaan untuk pengembangan perusahaan yang lebih memungkinkan untuk menyesuaikan diri dengan perobahan harga, bentuk kurva penawarannya lebih elastis.

Jadi ada dua cara untuk menentukan apakah permintaan tersebut adalah Elastis, In elastis atau Unity, yaitu cara :
1. Metode Perhitungan Koefisien Elastisitas harga dari permintaan yang diperoleh dari informasi P dan Q.
2. Observasi apa yang akan terjadi terhadap Total Penerimaan/Total Revanue (TR), apabila P berobah dan pengujian total penerimaan (Total Revanue Test), tapi cara kedua ini tidak memberikan suatu nilai koefisien.



sumber : faizulmubarak.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar